Rabu, 12 Januari 2011

Makalah Sejarah/fungsi bahasa indonesia


RANGKUMAN
BAB I
SEJARAH  SINGKAT, KEDUDUKAN, DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA


1.1        Sejarah singkat, kedudukan, dan fungsi Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia yang menjadi salah satu kebanggaan bangsa Indonesia pada saat ini berasal dari bahasa melayu, proses pengangkatan tersebut terjadi saat para pemuda dari berbagai suku di Indonesia mengucapkan ikrar pada tanggal 28 Oktober 1928. Di saat ini kita kenal dengan Sumpah Pemuda.
Adapun bunyi Ikrar tersebut seperti berikut ini :
              
               Kami Poerta dan Poetri Indonesia
               Mengakoe Bertoempah darah satoe, Tanah air Indonesia
               Kami Poetra dan Poetri Indonesia
               Mengakoe bangsa satoe, Bangsa Indonesia
               Mendjoengdjoeng bahasa persatoean, Bahasa Indonesia

Sebelum ada ikrar Bahasa Indonesia masih disebut Bahasa Melayu yang waktu itu sudah dipakai sebagai bahasa pengantar (lingua franca).
(perhubungan, perdagangan, persatuan)

1.2        Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
Sebagian besar orang beranggapan bahwa bahasa itu hanyalah sebagai alat penyampai pesan. Apabila orang menganggap bahwa berfungsi sebagai alat penyampai pesan, orang melihatnya berdasarkan tujan praktis.
Berdasarkan tujuan yang lainnya, bahasa memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut ini :
a.       Tujuan kultural, bahasa digunakan sebagai alat untuk menyimpan, menyebarkan, dan mengembangkan kebudayaan.
b.      Tujuan fisiologis, bahasa digunakan sebagai alat untuk meneliti benda-benda purbakala, khusus yang berbentuk naskah kuno.
c.       Tujuan artistik, bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan rasa estetis manusia melalui seni sastra,
d.      Tajuan politis, bahasa digunakan sebagai alat untuk mempersatukan bangsa dan untuk menyelenggarakan administrasi pemerintah.
e.       Tujuan kulutural, bahasa digunakan untuk menyimpan dan mengembangkan ilmu pengetahuan (Budiman, 1987)
Fungsi-fungsi diatas adalah fungsi bahasa secara umum berdasarkan tujuannya.
Sedangkan munculnya kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi atau bahasa Negara adalah dengan disahkannya Undang-Undang Dasar 1945 pada tanggal 28 Agustus 1945, Khususnya pada Bab XV, pasal 36, yang berbunyi :
“ Bahasa Negara adalah bahasa Indonesia”.
Menurut Halim (1975) dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, Bahasa Indonesia berfungsi sebagai :
  1. Lambang kebanggaan nasional
  2. Lambang identitas nasional
  3. Alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial, budaya dan bahasanya.
  4. Alat perhubungan antar budaya dan antar daerah.
Sebagai lambing kebanggaan nasional, Bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai budaya yang mendasari rasa kebanggaan bangsa Indonesia.
Sebagai identitas nasional, Bahasa Indonesia yang dijunjung tinggi, disamping bendera dan lambing Negara Indonesia.
Dari fungsi yang ketiga dengan adanya bahasa Indonesia dimungkinkan masyarakat Indonesia yang beragan latar belakang sosial budaya dan berbeda-beda bahasanya menyatu dan bersatu dalam kebangsaan, cita-cita dan nasib yang sama.
Selain fungsi-fungsi diatas, bahasa Indonesia khususnya di dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara yaitu sebagai :
  1. Bahasa resmi Negara
  2. Bahasa pengantar di lembaga pendidikan
  3. Bahasa resmi dalam perhubungan tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan
  4. Bahasa resmi dalam pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan, dan teknologi.



BAB II
MACAM-MACAM RAGAM BAHASA

2.1        Macam-macam Ragam Bahasa
Di dalam bahasa terbagi atas ragam lisan, atau ujaran dan ragam tulis.
Ada beberapa perbedaan diantara keduanya. Yang pertama adalah sesuatu peristiwa. Orang berbahasa lisan akan menyertakan segala gerak isyarat, pandangan, anggukan, dan ini tidak mungkin muncul dalam bahasa tulis.
2.2        Bahasa Baku
Mengingat pentingnya pembakuan bahasa tersebut, maka ragam baku tersebut di ajarkan di semua jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi.
A.    Pembakuan Penulisan Penamaan
B.     Contoh Bahasa Indonesia Baku dan Tidak Baku
C.     Contoh Dalam Bentuk Kata
NO
TIDAK BAKU
BAKU
1
2
3
Situ
Aktip, Aktip
Apotek
Anda, Saudara
Aktip
Apotek

2.3        Bahasa Baku
Selain ada istilah “ Bahasa Baku” ada juga istilah “ Bahasa Beku” contoh yang telah terhadap dalam dokumen penting Negara :
Kata “ Maha Esa” seharusnya ditulis “ Maha esa”









BAB III
EJAAN BAHASA INDONESIA

            Ejaan bahasa Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan.Adapun ejaan yang kita gunakan pada saat ini adalah ejaan yang di sempurnakan ( biasa di singkat EYD)
Sebelum itu telah di gunakan beberapa ejaan yang lain.
1.      Ejaan Van Ophuijsen
2.      Ejaan Republik
3.      Ejaan Melindo
4.      Ejaan yang disempurnakan
Pada tanggal 17 Agustus 1972 di resmikan pemakaian ejaan baru untuk bahasa Indonesia dengan keputusan Presiden No. 57 tahun 1972. Ejaan tersebut kemudian terkenal dengan nama ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan (EYD).




















BAB IV
PENGGUNA KATA DALAM BAHASA INDONESIA

Tujuannyadi harapkan dapat mengetahui pengguna kata dalam Bahasa Indonesia secara benar.
4.1    Ketepatan Pemilihan Kata
         Ketepatan pemilihan kata erat kaitannya dengan makna kata.
A.  Pengguna Kata Bersinonim
Pada kata benar adalah betul. Tetapi pada contoh kalimat di bawah ini kata kebetulan tidak tepat apabila diganti dengan kebenaran.
B.     Pengguna Kata Berkonotas dan Berdenotasi
Contoh : 1. Pak mohon izin, saya mau ke WC
Dibandingkan dengan kalimat :
Contoh : 1. Pak mohon izin, saya mau ke belakang.
C.     Pengguna kata atau istilah asing
D.    Pengguna kata umum dan khusus
E.     Pengguna kata yang mirip dalam ejaannya
F.      Pengguna Idion
G.    Pengguna kata yang lugas.
H.    Pemilihan kata yang serasi
I.       Pemilihan kata yang lazim (umum)













BAB V
PENYUSUNAN KALIMAT DALAM BAHASA INDONESIA

Tujuannya agar dapat mengetahui tata cara penyusunan kalimat yang baik dalam Bahasa Indonesia.
5.1        Syarat kalimat yang baik
a.       Berciri gramatikal
b.      Mengandung kelogisan dan
c.       Sesuai dengan kondisi dan situasi saat bahasa tersebut digunakan
Kalimat gramatikal meliputi :
1.      Pencantuman unsur-unsur dalam kalimat
2.      Pengguna kaidah yang berlaku (EYD)
3.      Pemulihan dan penulisan kata yang tepat.
Variasi jenis kalimat
Macam-macam kalimat efektif
Dalam menyusun karangan ilmiah di haruskan menggunakan kalimat-kalimat yang efektif.
Kalimat-kalimat yang efektif.
1.      Kalimat gramatikal
2.      Kalimat logis
3.      Kalimat padu
4.      Kalimat hemat
5.      Kalimat tidak goyah











BAB VI
PENYUSUNAN DAN PENGEMBANGAN PARAGRAF

            Tujuannya agar dapat mengetahui tata cara penyusunan paragraph yang baik dalam bahasa Indonesia.
6.1        Pengertian Paragraf
Setiap karangan yang baik harus di bagi menjadi bagian-bagian karangan yang panjang umumnya dibagi menjadi bab-bab.
6.2        Jenis Paragraf
a.       Jenis paragraph berdasarkan bentuk paragraph
Jenis paragraph berdasarkan letak kalimat umum
Contoh paragraph
1.      Paragraf Deduktif
2.      Paragraf Induktif
3.      Paragraf Campuran
4.      Paragraf tanpa kalimat utama.
b.   Syarat paragraph yang baik
1.   Kesatuan
2.   Koherensi
3.   Pengembangan
c.   Cara membangun paragraph
d.   Pengembangan sebab akibat/ akibat sebab.
e.   Pengembangan dengan pembandingan
f.    Pengembangan dengan definisi luas
g.   Pengembangan dengan contoh
h.   Pengembangan campuran








BAB VII
KARANGAN ILMIAH

            Tujuannya diharapkan dapat mengetahui konsep-konsep dasar penyusunan karangan ilmiah.
Macam-macam karangan ilmiah
Ada beberapa jenis karangan ilmiah yang biasa di tulis di perguruan tinggi misalnya makalah dan skripsi.
Makalah adalah karangan ilmiah yang menyajikan suatu masalah dan pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris obyektif.
Manfaat menyusun karangan ilmiah. Penyusunan karangan ilmiah memberikan manfaat yang besar sekali, baik bagi penulisnya sendiri maupun bagi masyarakat.






















BAB VIII
KONVERSI NASKAH KARANGAN ILMIAH

            Tujuannya diharapkan dapat mengetahui berbagai ketentuan dalam penyusunan karangan ilmiah.
Disini di kemukakan masing-masing identitasnya.
A.    Generalisasi tergesa-gesa.
B.     Non sequltur
C.     Analogi palsu
D.    Penalaran melingkar
E.     Deduksi cacar
F.      Pikiran simplitis
G.    Argumentasi ad Homiden
H.    Argumentasi ad Populum
I.       Kewibawaan palsu
J.       Sesudahnya maka karenya (Post hoe Ergo Propter Hoc)


















RESENSI

Buku ini menyajikan panduan bagi penyusun karya ilmiah yang menginginkan karya ilmiahnya tersusun dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta tertulis dengan tata tulis laporan yang baik.
            Bobot suatu karangan ilmiah, selain ditentukan oleh keluasan kedalaman materi, juga ditentukan oleh metoda penelitian, tata tulis, laporan, dan penyusun karangan ilmiah yang menginginkan karangan ilmiahnya  tersusun dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta sesuai dengan tata tulisan laporan yang baik
            Oleh karena itu, buku ini amat bermanfaat bagi para mahasiswa, dosen, peneliti, jurnalis atau siapa saja yang berkecimpung dalam dunia penyusunan karangan ilmiah.


     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar